40 Intel Galileo Board di Lab Sister

September 11, 2014 Tinggalkan komentar

Baru-baru ini Lab Sister IF ITB mendapatkan hibah 40 development board dari Intel. Ya, Intel Galileo board generasi 1 untuk lab sister pada khususnya, dan IF ITB pada umumnya. Mainan baru yang menarik untuk dioprek.

Development board ini adalah strategi Intel untuk memasuki pasar embedded yang selama ini dikuasai oleh ARM

Intel Galileo dipersenjatai oleh prosesor Intel Quark yang masih satu keluarga dengan pendahulunya. Prosesor ini adalah prosesor 32 bit, tepatnya x86. Terbayang kan kalau kita bisa install OS seperti Windows di atasnya, tapi jangan senang dulu karena prosesor ini memiliki kecepatan 400MHz saja. Cepat, tapi belum cukup cepat untuk bisa menjalankan Windows atau OS Untuk PC. Lagipula ini kan development board >.<

Salah satu yang menarik dari Intel Galileo adalah ia merupakan Arduino certified board. Artinya, board ini memang board Arduino (duh!). Kita bisa memprogram Galileo dengan kode Arduino (yang di-compile dengan compiler untuk Galileo).

Ah, masih banyak yang mau diceritakan, tapi oprek sendiri yak 😉

Mengemulasi Raspberry Pi di PC Biasa

Agustus 25, 2013 1 komentar

Raspberry Pi, siapa yang tak kenal dengan benda kecil mungil namun luar biasa ini? Board yang digadang-gadang sebagai komputer mini ini ditenagai oleh ARM dan RAM 512MB (model B). Benda ini juga sedang santer di kalangan lab sistem terdistribusi ITB sebagai mainan yang asyik :).

Harga Raspberry Pi memang tak terlalu mahal, sekitar $35 (model B). Bagaimana kalau kita masih belum bisa mengopreknya karena suatu hal tapi sudah sangat mengidamkannya? Masih ada jalan!

Di artikel ini kita akan mencoba mengemulasikan “Raspberry Pi” di PC kita dengan bantuan QEMU. Meskipun emulasi memungkinkan, tapi jangan terlalu mengandalkannya. Ingat bahwa emulasi mencoba mengimitasi benda tapi tidak akan pernah menjadi seperti benda tersebut ^^. Dan juga yang kita emulasikan tidak akan sama persis, hanya board dengan prosesor ARM yang akan kita emulasikan.

OK, penulis di kesempatan ini menggunakan peralatan sebagai berikut:

  1. Slackware64 14.0 sebagai host
  2. QEMU 1.4.0
  3. Soft-Float Debian Wheezy versi 2013-05-29.
  4. OpenVPN

Obtain the Material

Pastikan QEMU sudah terinstall 😉

Silahkan cari tutorialnya, tidak akan dibahas di kesempatan ini. Salah satu link yang bisa dijadikan rujukan: artikel dari xathrya.web.id (English) .

Sekarang download image OS yang dibutuhkan (Soft-float Debian Wheezy). Download langsung dari halaman download di situs resmi Raspberry Pi. Versi yang kita gunakan adalah 2013-05-29 atau versi terkini per 25 Agustus 2013. Bisa juga download langsung di sini.

Selanjutnya kita juga perlu kernel Linux untuk QEMU. Download di sini.

The Hardware – Overview

Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kita menjelajah sistem yang akan kita oprek, Raspberry Pi.

System yang akan kita emulasikan di QEMU adalah:

  1. ARM1176JZF-S, datasheet dapat dibaca di sini
  2. Ethernet

Satu hal yang ditekankan, QEMU tidak bisa mengemulasikan GPIO dan GPU. Dan nampaknya belum ada yang dapat mengemulasikannya.

Untuk mengemulasikan jaringan, kita butuh TAP network untuk dukungan jaringan penuh.

Preparing the environment

Bikin direktori kerja. Kita sebut saja qemu-raspberry.

Buka terminal dan masuk ke working direktory kita.

Ekstrak image yang telah diunduh dan letakkan dalam qemu-raspberry bersama dengan kernel linux.

Periksa apakah ada direktori /dev/net dan /dev/net/tun. Kalau tidak ada, lakukan sebagai berikut:

mkdir /dev/net
mknod /dev/net/tun c 10 200
/sbin/modprobe tun

Buat dua file, /etc/qemu-ifup dan /etc/qemu-ifdown. Pastikan file tersebut dapat dieksekusi.

Berikut untuk /etc/qemu-ifup

#!/bin/bash
ETH0IPADDR=192.168.1.100
GATEWAY=192.168.1.1
BROADCAST=192.168.1.255

# First take eth0 down, then bring it up with IP address 0.0.0.0
/sbin/ifconfig eth0 down
/sbin/ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc up

# Bring up the tap device (name specified as first argument, by QEMU)
/usr/sbin/openvpn --mktun --dev $1 --user `id -un`
/sbin/ifconfig $1 0.0.0.0 promisc up

# Create the bridge between eth0 and the tap device
/usr/sbin/brctl addbr br0
/usr/sbin/brctl addif br0 eth0
/usr/sbin/brctl addif br0 $1

# Only a single bridge so loops are not possible, turn off spanning tree protocol
/usr/sbin/brctl stp br0 off

# Bring up the bridge with ETH0IPADDR and add the default route

/sbin/ifconfig br0 $ETH0IPADDR netmask 255.255.255.0 broadcast $BROADCAST
/sbin/route add default gw $GATEWAY

dan berikut ini untuk /etc/qemu-ifdown

#!/bin/bash

# Bring down eth0 and br0
/sbin/ifconfig eth0 down
/sbin/ifconfig br0 down

# Delete the bridge
/usr/sbin/brctl delbr br0

# Bring up eth0 in "normal" mode
/sbin/ifconfig eth0 -promisc
/sbin/ifconfig eth0 up

# Delete the tap debice
/usr/sbin/openvpn --rmtun --dev $1

Pastikan OpenVPN terinstall 😉

Booting the disc image

Perlu TAP interface untuk mendapatkan dukungan jaringan penuh. Untuk mendapatkannya, cukup jalankan script ini sekali saja sampai puas bermain-main dengan QEMU. Lakukan ini:

/etc/qemu-ifup tap0

Boot QEMU, jalankan perintah berikut:

qemu-system-arm -kernel kernel-qemu -cpu arm1176 -m 256 -M versatilepb \
-no-reboot -serial stdio -append "root=/dev/sda2 panic=1" -hda 2013-05-29-wheezy-raspbian.img \
-net nic -net tap,ifname=tap0,script=no,downscript=no

Setelah puas, lakukan ini untuk menghentikan interface:

/etc/qemu-ifdown

Daaaan, ini hasilnya:

pi_qemu_linux

StickyKeys for sticky situations

Pengguna Windows mungkin mengenal StickyKeys, suatu fitur accessibility yang kadang menyebalkan bagi yang tidak membutuhkannya, karena sering tidak sengaja terpanggil ketika kita menekan tombol Shift lima kali berturut-turut. Namun selain menyebalkan, fitur ini juga ternyata menjadi salah satu titik lemah sistem operasi Windows, sekaligus bisa berguna dalam situasi terdesak. Bagaimana bisa?  Baca selanjutnya…

Kecanduan teknologi

Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Tiga puluh tahun yang lalu, komputer terkecil mungkin sebesar sebuah lemari pakaian. Kini, komputer mini ada di saku setiap orang yang Anda jumpai di jalan. Hal ini menyebabkan fenomena yang saya sebut dengan kecanduan teknologi. Contohnya, saya sering menjumpai wanita paruh baya di siang hari (pada jam kerja, sehingga saya asumsikan mereka tidak bekerja atau ibu rumah tangga) sedang asyik menggunakan BlackBerry™ di jalan atau di dalam angkot. Adik saya yang berumur sembilan tahun kerjanya bermain game di Nintendo® DS™ dan Facebook™. Bahkan saya menjumpai sebuah keluarga yang saat makan bersama, anak pertamanya disibukkan dengan perangkat laptop sedangkan anak kedua sibuk bermain PlayStation™ Portable. Ada juga artikel di Kompas yang ditulis oleh seorang ibu yang merasa kecanduan teknologi — ia merasa paranoid jika tidak memeriksa telepon selulernya setidaknya satu jam sekali, bahkan saat berlibur panjang. Belum lagi hasil survey yang menyatakan bahwa lebih dari lima puluh persen pegawai di Indonesia mengakses Facebook™ dari tempat kerjanya lebih dari tiga puluh menit per hari.

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

exFAT

September 15, 2009 2 komentar

Ketika hendak melakukan format pada flash drive di Windows 7 beberapa hari yang lalu, saya melihat pilihan file system yang berbeda. Selain FAT, FAT32, dan NTFS, ada juga pilihan exFAT. Apa sih exFAT itu?

Baca selanjutnya…

Happy Programmer Day! 1111 1111

From http://programmerday.info/

Q: When is Programmer Day?
A: Programmer Day is the 256th day of every year, September 13th or the 12th on leap years.

Q:Why the 256th Day of the year?
A: A byte can have 256 possible values, bytes are very important to programmers. Not because they are required for programs to work, but because the payroll system and Krispy Kreme doughnut cash registers require them.

Q: How is Programmer Day celebrated?
A: Anyway you want! Here are some suggestions:

  • Speak in code (or pseudocode) all day – Thanks to Sam Pospischil!
  • Decorate a tree with zeros and ones to make a binary tree
  • Make Happy Programmer Day cards using ASCII art
  • Have a contest for the best binary pun / programming joke

Q: Your logo has 1111 1111 that’s 255, not 256, right?
A: While 1111 1111 = 255 as a direct conversion, it’s the 256th value so it is correct. January 1st is 0000 0000 so if you celebrate Programmer Day on the 255th day you’re guilty of an off by one error.

Sepak terjang teman-teman kita dari Tim BIG BANG di kancah dunia

Setelah melalui perjuangan panjang di ajang Imagine Cup 2009 di Kairo, Mesir; Teman-teman kita dari tim Big Bang (David Samuel IF’06, Samuel Simon IF’06, Dominikus DP IF’06 dan Dody Dharma IF’06) berhasil memenangkan First Place pada Windows Mobile Award. Sungguh suatu kebanggan bagi kita, ITB dan Indonesia untuk mendapatkan tempat diantara para pemenang award bergengsi tersebut.
Profil dari tim Big Bang dapat dilihat di : Profil Tim Big Bang (Pahlawan-pahlawan kita ini pun juga saya tag pada note ini)
Info sementara mengenai pemenang awards di Imagine Cup dapat dilihat di :

Situs Imagine Cup
Situs Microsoft
Situs Yahoo

Berikut finalis dari beberapa kompetisi di kategori-kategori Imagine Cup…
Baca selanjutnya…